Jakarta, CNN Indonesia — Netizen belakangan ramai membicarakan hingga memperdebatkan kemungkinan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan penyakit yang bisa membuat pengidapnya, salah satunya adalah Lula Lahfah, meninggal dunia.
Meksi begitu, belum ada informasi resmi mengenai penyebab Lula Lahfah meninggal dunia. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan saat ini pihaknya masih menyelidiki penyebab kematian korban.
Budi meminta masyarakat tidak berspekulasi terkait kematian Lula Lahfah. Diperlukan adanya autopsi untuk menyelidiki penyebab kematian Lula.
Namun, netizen sudah memperdebatkan soal GERD menyusul Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia dalam apartemen pada Jumat (23/1).
Selebgram itu sebelumnya sempat mengungkapkan dirinya mengidap GERD dan beberapa penyakit lainnya, seperti infeksi saluran kemih, hingga peradangan usus.
Penjelasan dokter soal GERD
Ahli gastroenterologi Prof Ari Fahrial Syam pun buka suara dan menekankan GERD sebetulnya tidak memicu kematian secara langsung ataupun mendadak.
Namun, ia menyoroti bahwa GERD yang tidak teratasi memang bisa memperburuk kondisi pasien saat mengalami komplikasi atau infeksi lain. Peradangan pada usus disebabkan komplikasi berbagai masalah kesehatan yang berkaitan.
“Yang paling dekat bisa menyebabkan kondisi infeksi, kemudian terjadi infeksi sistemik atau sepsis. Itu memang bisa berujung kepada kematian. Nah, kondisi-kondisi lain itu bisa saja memperburuk keadaan,” ucap Ari seperti diberitakan detikHealth, Sabtu (24/1).
Baca artikel CNN Indonesia “Penjelasan Dokter soal Potensi GERD Picu Kematian Mendadak” selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260124100123-255-1320471/penjelasan-dokter-soal-potensi-gerd-picu-kematian-mendadak.
Download Apps CNN Indonesia sekarang https://app.cnnindonesia.com/