JAKARTA, KOMPAS.com – Pengguna aktif bulanan TikTok di Indonesia kini mencapai lebih dari 160 juta pengguna per Maret 2025. Dari angka tersebut, sebagian besar pengguna ternyata doyan menonton berita, tak cuman konten hiburan saja. General Manager Content Operations Southeast Asia (SEA) TikTok, Angga Anugrah Putra mengungkapkan, 72 persen pengguna di Indonesia setidaknya menonton satu video hard news (berita serius/berat seperti politik, ekonomi, dll) setiap hari di halaman For You Page (FYP) . “Dan 54 persen menonton tiga atau lebih video hard news per harinya di FYP mereka,” lanjut Angga saat di acara Media Gathering TikTok SEA Growth Summit 2025 di Jakarta Pusat, Rabu (30/7/2025).
Uniknya, Angga merinci, 94 persen konten berita sosial dan isu sosial yang dikonsumsi di Indonesia berasal dari konten lokal. Angka ini lebih tinggi dibanding rata-rata kategori lain yang hanya 87 persen. Artinya, pengguna Indonesia sangat tertarik dengan isu sosial dan berita yang berasal dari dalam negeri.
Dengan statistik ini, Angga mengatakan bahwa berita sudah mulai masuk sebagai top kategori di Indonesia, mengekori konten primadona dari kategori hiburan, olahraga, edukasi, dan gaya hidup.
Angga juga membagikan temuan menarik lain soal konten yang paling banyak diminati oleh pengguna TikTok, baik di Asia Tenggara maupun secara global. Untuk tema TV dan film, konten ini 17 kali lebih mungkin membuat pengguna di kawasan Asia Tenggara tetap menonton lebih lama dibandingkan kategori lainnya.
Secara global, TikTok mencatat bahwa TV/film ini menyumbang 16 persen dari total waktu tonton di platform. Sementara 47 persen pengguna global mengaku menemukan film atau serial TV baru di TikTok. Pengguna biasa menemukan film/serial TV baru lewat konten behind-the-scenes (di balik layar), review, atau momen viral dari adegan film.
Dalam kategori edukasi, TikTok menyoroti pertumbuhan signifikan di konten terkait STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Untuk mengakomodasi konten sains, teknologi, rekayasa, dan matematika, TikTok meluncurkan kanal atau feed khusus “STEM” mulai 2024. Di Indonesia, feed STEM sudah diperkenalkan atau soft launch pada Maret 2025. Khusus Indonesia, fitur ini telah tersedia dan ditargetkan untuk mendukung lahirnya 9 juta talenta STEM nasional pada 2030. Feed STEM akan tersedia di bagian kiri atas laman utama TikTok pengguna. Feed khusus ini tersedia secara otomatis bagi pengguna berusia di bawah 18 tahun.
Pengguna berusia 18 tahun ke atas bisa mengaktifkan feed STEM dengan mengunjungi menu Pengaturan dan privasi > Preferensi konten > STEM. Ada beberapa kreator Indonesia yang tampil khusus di feed STEM, di antaranya adalah: Lianna Nathania, kreator edukasi yang sering berbagi tips hitung cepat matematika; Andrea Novita, mahasiswi teknik pangan yang sering berbagi eksperimen unik tentang pembuatan makanan; Theresa, pegiat teknologi yang sering berbagi informasi terkini terkait teknologi dan inovasi, dikemas melalui storytelling yang menarik dan mudah dipahami; Hanafi Herlim, seorang mantan pilot dengan pengalaman lebih dari 40 tahun yang kini beralih ke TikTok untuk berbagi teknik penerbangan dan informasi terkini dari dunia avasi, baik dalam maupun luar negeri; dan Melan Achmad, guru matematika berusia 79 tahun yang, setelah pensiun dari sekolah, tetap aktif mengajar masyarakat Indonesia lewat TikTok LIVE.
Selama tiga tahun terakhir, 10 juta video bertema STEM telah dipublikasikan secara global, dengan peningkatan 35 persen sejak peluncuran kanal khusus STEM pada 2024. TikTok juga mencatat bahwa 25 persen pengguna muda mengakses feed STEM setiap minggu. Angga mengungkapkan, di Asia Tenggara, konten pembelajaran 14 kali lebih mungkin ditonton dibandingkan wilayah lain.
TikTok mencatat peningkatan 57 persen dalam penayangan video olahraga di kawasan ini. Bahkan, untuk publisher/penerbit, angka penayangan konten olahraga meningkat hingga 365 persen. Ini menjadikannya kategori dengan laju pertumbuhan tercepat di tahun 2024. Secara global, 57 persen pengguna TikTok menonton konten olahraga tiap pekan, dan 61 persen merasa mendapatkan sense of community lewat konten olahraga yang mereka ikuti.
Membership: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: https://kmp.im/app6